IndonesiaTravel.id — Tinggal di rumah saat pandemi Covid-19 membuat kita rindu sangat untuk traveling. Semoga pandemi cepat berakhir, dan kita bisa segera nikmati keindahan alam Indonesia, salah satunya yang bisa masuk daftar travelingmu adalah Pantai Ngurtafur
Pantai ini masih sepi, karena belum banyak pejalan lokal yang mengetahui. Namun pejalan manca negara sudah rajin mengunjungi pantai ini. Ngutafur namanya, terletak di Pulau Waha, satu pulau dari gugusan Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
Pasir putih, adalah pantai yang sangat diidamkan banyak pejalan. Tetapi di pantai Ngurtafur ini tidak hanya pasir putih tapi juga bentangan pasir putih ini memanjang sepanjang kurang lebih 2 km membelah laut. Yaa, Ngurtavur terkenal dengan pantai pasir putih yang menjorok ke laut, sehingga di mana kiri dan kanan adalah laut. Lebar pasir ini kurang lebih 7 meter, membuat kita bebas berlarian. Bentuk pantai seperti ini adalah unik dan jarang ada di dunia.
Lautnya tenang, air jernih membiru, pasti kita tak bisa menahan diri untuk berenang. Pasir putihnya juga lembut. Dan yang lebih penting lagi, berada di pantai ini sangat tenang, sunyi, hanya terdengar suara deburan ombak, seperti kita terdampar sendirian. Jika beruntung, kita akan bertemu kawanan burung pelikan, yang sedang migrasi dari Australia.
Tidak jauh dari Pulau Waha, pada bulan-bulan tertentu kita dapat menyaksikan penyu belimbing ( dermochelys coriacea ) atau tabob, istilah masyarakat sekitar. Di sekitar kepulauan ini banyak ubur-ubur yang menjadi makanan kesukaan penyu belimbing. Penyu belimbing adalah penyu terbesar yang ada di dunia (beratnya bisa mencapai 800 kg) dan langka sehingga dilindungi. Menurut cerita, penyu belimbing ini bertelur di pantai Jamursba Medi di Papua Barat. Setelah itu mencari makan dulu di Kepulauan Kei, sebelum bermigrasi ribuan kilometer ke pantai California, Amerika untuk kawin.
Untuk menuju pantai Ngutafur ini, kota terdekat adalah kota Tual dan Langgur, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara. Bila dari Jakarta, hanya dalam sehari kita bisa sampai di Langgur, bandara Karel Sadsuitubun. Sebelum pandemi Covid-19, ada jadwal penerbangan Jakarta-Langgur, dengan transit di Ambon. Dengan Batik Air ada jadwal penerbangan pagi hari Jakarta ke Ambon. Lalu dilanjutkan dengan Wings Ambon-Langgur pada jadwal siang. Penerbangan Ambon – Langgur kurang lebih 1,5 jam.
Sesampai di Langgur, ada beberapa pilihan hotel atau penginapan di sini. Mulai dari losmen sampai bintang 3. Hotel yang lumayan baik dan terkenal adalah Hotel Syafira (bintang 3) dan Hotel Suita (bintang 2) . Keesokan harinya kita bisa menuju Pulau Waha, pantai Ngutafur dengan perahu sewa, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit jika menggunakan speedboat.

Leave a Reply